Jumat, 06 Januari 2012

Cara Membuat Blog

Membuat blog di blogger atau blogspot.com sangat mudah dan sederhana. Dengan ini saya akan memperluas jaringan teknik komputer dengan tips-tips yang lainnya. Bagi para pemula atau yang ingin membuat blog saya acungkan jempol karena motivasi anda bisa berguna untuk orang lain. Sebelum membuat blog, kamu harus sudah punya email dulu. Disarankan membuat email di Yahoo.com untuk kemudahan akses layanan situs lain yang masih milik Google. Blogger adalah milik google dan blog kamu bisa dimaksimalkan dengan situs lain milik google dengan hanya menggunakan satu email saja. Dengan satu account email  dapat mengakses semua situs milik google.

1. Jika kamu sudah memiliki email , silahkan buka situs Blogger di http://www.blogger.com/ . Maka kamu akan dibawa ke halaman Blogger.com


Pada menu blogger disitu ada tulisan Buat blog. Gratis Memulai, Anda lalu klik Memulai yang backgroundnya berwarna orange. Maka akan tampil halaman web Ciptakan Account Blog seperti di bawah ini. Ini berlaku jika Anda belum membuat akun google. Jika sudah silahkan Anda login dulu dan ikuti selanjutnya.


2. Isi semua formulir pendaftaran
Alamat email: email anda yang sudah harus ada untuk login ke blogger dan layanan google lainnya.
Ketik ulang alamat email: Ketik lagi alamat email kamu untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan ketik.
Masukkan sebuah password: pasword anda usahakan kombinasi huruf dan angka. Panjangnya setidaknya harus 8 karakter.
Ketik ulang sandi: sama dengan password yang di atas.
Nama Tampilan: Tuliskan nama kamu atau yang lain. Nama yang digunakan untuk menandai posting blog kamu. Mengindikasikan nama penulis blog.




Verifikasi Kata: Ketik karakter yang kamu lihat pada gambar. Bedakan huruf besar dan kecil.
Penerimaan Persyaratan: Beri tanda centang sebagai indikasikan bahwa kamu telah membaca dan menerima Persyaratan Layanan Blogger. Sebaiknya kamu membaca persyaratan dan layanan blogger, cuma saran saja dari saya. Jika semuanya telah diisi dengan benar, maka klik tombol Lanjutkan.

3. Kamu akan dibawa ke halaman Nama Blog Anda dan silahkan isi yang diminta


Judul Blog: Kalimat yang menjadi ciri blog kamu. Kalau saya pakai Bang Del sebagai judul. Judul blog akan muncul pada blog yang kamu publikasikan, pada dasbor, dan pada profil kamu.
Alamat blog (URL): Alamat URL blog yang kamu pilih. Digunakan oleh pengunjung untuk mengakses blog kamu di internet. Lalu klik cek ketersediaan untuk mengetahui apakah alamat url tersebut bisa digunakan atau sudah ada yang menggunakan. Jika memang sudah digunakan orang lain, maka kamu coba alamat url yang lain dan cek ketersediaan lagi. Sampai muncul tulisan alamat blog ini tersedia. Gambar di bawah ini adalah contoh alamat url blog.


Bila sudah selesai, kamu klik tombol Lanjutkan.

4. Kamu akan dibawa ke halaman Pilih Template.


Blogger menyediakan banyak template. Silahkan kamu pilih sesuai selera dengan mengklik tombol radio. Template blogger bisa kamu ubah kapan saja Anda mau. Anda bisa memakai template diluar kepunyaan blogger tapi untuk sementara Anda pilih template yang asli dulu Okay, Kalau sudah silahkan klik tombol Lanjutkan.

5. Pada halaman berikutnya akan muncul halaman pemberitahuan Blog Anda Sudah Jadi!


Kemudian klik tombol Mulai Blogging.

6. Kamu akan dibawa ke halaman Buat Entri dan mulai posting blog.


Silahkan ketik posting untuk pertama kalinya di blog kamu. Jika sudah, silahkan klik tombol Terbitkan entri yang ada di bagian bawah kotak posting.

7. Kamu akan dibawa ke halaman status publikasi.


Ada beberapa pilihan untuk melihat posting yang baru kamu ketik tadi. Kalau saya biasanya memilih untuk melihat blog pada jendela baru. Tapi terserah Anda saja. Silahkan klik Lihat Blog di jendela baru.

8. Akan muncul jendela baru atau layar baru pada monitor komputer yang merupakan tampilan blog kamu secara keseluruhan.


Inilah blog pertama Anda, Anda bisa mempercantik blog tersebut dengan tips blogger / blogspot.

9. Selesai dan Anda harus menyeting blog Anda dulu sebelum digunakan/dipublikasikan.

Rabu, 04 Januari 2012

Cangkul / Orang jawa mengatakan Pacul


Banyak hal menarik yang patut kita simak. Sebuah cangkul / orang jawa mengatakan pacul. misalnya, tak semata-mata sebuah benda dan alat yang akrab dengan petani. Cangkul/ orang jawa mengatakan pacul, bisa menceritakan banyak hal, seperti kerja keras, kemandirian, kehidupan orang kecil dan juga keikhlasan berbuat. Meskipun sekarang ini, alat produksi berupa cangkul tergusur setelah hadirnya traktor, tak membuat cangkul dilupakan. Cangkul tetap tak tergantikan, meskipun banyak alat canggih lainnya terus bermunculan. Bukankha, banyak hal yang dapat kita pelajari di sini khususnya terkait cangkul ?

Cangkul / orang jawa mengatakan pacul, ini sudah diperlakukan sebagai ‘bintang-bintang’ petang yang tak terlihat itu. Sementara mesin produksi modern seperti traktor, laksana matahari. Perannya begitu dominan. Orang-orang kemudian meremehkan para petani yang masih menggunakan cangkul, dan menyebut mereka tidak modern. Kita begitu mudah melupakan sesuatu, setelah memiliki yang lain. Seolah-olah sesuatu itu tak pernah hadir dalam kehidupan kita dan kita tak pernah mengetahuinya. Tapi, apakah orang-orang akan berfikir bagaimana membuat traktor jika sebelumnya tidak ada petani yang membajak sawah menggunakan cangkul?

Namun, itulah dunia kita sekarang. Kita selalu lupa pada apapun, setelah memiliki sesuatu yang lebih sempurna. “Seperti kacang lupa pada kulitnya,” demikian orang-orang menyebutnya. Tapi, tahukah kita, bahwa hasil dari keringat mereka ternyata tak semata-mata hanya dinikmati oleh mereka saja. Banyak orang yang mampu tersenyum, berkat jerih petani. Namun, adakah kita menghargai pengorbanan mereka? Apakah kita pernah merasa bahwa satu biji padi begitu berharga dan sangat menentukan satu biji padi yang lain? Coba kita renungkan, pernah tidak dalam kehidupan kita tak membuang sisa makanan? Tidak pernahkah kita menjatuhkan satu beras yang sudah jadi nasi saat kita makan? Saya yakin, semua orang pernah melakukannya.

Terakhir, saya ingin mengatakan, tak semua dari filosofi cangkul harus ditiru. Sebab, ada juga sifat-sifat dari cangkul yang tidak terpuji. Cangkul / orang jawa mengatakan pacul, misalnya, selalu mementingkan diri sendiri. Lihat saja, setiap kali cangkul/ orang jawa mengatakan pacul digunakan petani mencangkul, selalu hasilnya ditarik ke belakang, untuk dirinya. Hal ini menyerupai salah satu tabiat manusia, yang mengumpulkan sesuatu untuk memperkaya diri. Sebagai perilaku, filosofi cangkul tak seharusnya kita tiru. Tapi, bukankah sekarang banyak dari kita yang mempraktikkan filosofi cangkul dengan tujuan memperkaya diri?

Selasa, 03 Januari 2012

Peralatan Membajak Zaman Tradisional

Ulasan:
Membajak merupakan pekerjaan utama dari rangkaian pengolahan lahan pertanian sebelum ditanami. Orang yang melakukan pekerjaan membajak disebut ureung me’ue. Tenaga yang digunakan untuk menarik berbeda antara lahan yang mengandung banyak air dan lahan yang kering. Para petani menggunakan kerbau untuk lahan pertanian yang banyak mengandung air atau daerah rawa-rawa yang biasanya terdapat di dataran rendah. Sedangkan untuk lahan yang mengandung sedikit air, yang biasanya menjadi ciri lahan pertanian dataran tinggi, para petani menggunakan sapi.
Berdasarkan tinggi dan rendahnya, lahan pertanian tanaman padi di jombang terbagi menjadi dua jenis, yaitu pertanian padi sawah dan pertanian ladang. Pertanian padi sawah mendominasi lahan pertanian yang terletak di dataran rendah. Sedangkan pertanian padi ladang biasanya merupakan ciri khas pertanian di daerah dataran tinggi. Lahan pertanian padi sawah terutama berada di daerah Kecamatan Ploso dan sekitarnya.
Pertanian tradisional tersebut diterapkan oleh sebagian besar masyarakat petani Jombang, misalnya : Pola pertanian tradisional merupakan warisan nenek moyang dan telah dilakukan para petani Jombang selama puluhan bahkan ratusan tahun. Para petani tradisional menggunakan metode dan peralatan sederhana untuk mengelola lahan pertanian mereka. Salah satu metode sederhana yang dilakukan para petani untuk menggemburkan tanah adalah dengan cara menghalau kerbau atau sapi mereka ke tengah lahan yang ingin ditanami. Namun, sekarang cara seperti ini sudah jarang dilakukan karena para petani telah menemukan bajak sebagai alat untuk membajak tanah.
Peralatan tradisional yang digunakan masyarakat petani Jombang dalam mengolah tanaman bukan hanya bajak. Masih banyak jenis peralatan tradisional lain yang digunakan  oleh para petani. Peralatan tersebut antara lain cangkoy (cangkul), droem seumibu (alat untuk menyiram tanaman), culek (cungkil), tukoy (alat untuk menyaingi tanaman), dan empang duk (wadah bibit padi). Biasanya para petani membuat sendiri peralatan-peralatan tersebut, termasuk bajak. Kadang pula para petani akan menyuruh tukang kayu untuk membuat peralatan tersebut.
Sistem pertanian tradisional masyarakat Jombang tidak hanya terlihat pada peralatan yang digunakan, namun juga pada pengelolaan lahan. Pengelolaan lahan pertanian tradisional masyarakat Jombang dilakukan dengan gotong-royong. Gotong-royong tersebut meliputi sebagian tahapan dalam pengelolaan lahan pertanian, misalnya waktu menanam bibit padi. Penanaman bibit padi dilakukan secara gotong-royong karena padi harus segera ditanam dan penanaman tersebut dilakukan secara serentak, sehingga membutuhkan banyak orang. Sebagian masyarakat Jombang menggunakan sistem upah untuk penanaman padi tersebut, sedangkan sebagian yang lain murni tolong-menolong. Sistem gotong-royong dalam pertanian tradisional tersebut dikecualikan pada membajak lahan. Setiap petani mengerjakan sendiri lahan mereka, kecuali dalam kasus-kasus tertentu, misalnya pekerjaan tersebut telah terbengkalai atau seorang petani tidak sanggup menyelesaikan pekerjaannya. Dalam keadaan demikian, petani tersebut akan dibantu oleh petani yang lain dalam membajak sawahnya.
Sistem pertanian tradisional yang menggunakan konsep gotong-royong dalam penggarapan lahan tersebut digambarkan oleh Emile Durkheim sebagai ciri masyarakat tradisional. Dalam pandangan Durkheim masyarakat tradisional biasanya tinggal di daerah pedesaan dengan pembagian kerja yang relatif masih rendah. Solidaritas yang terbangun dalam masyarakat ini adalah sistem solidaritas mekanis. Solidaritas tersebut muncul berdasarkan atas kesamaan profesi mereka,
Perkembangan teknologi dan peralatan pertanian yang semakin modern saat ini tak ayal mulai menggeser peran peralatan tradisional, termasuk juga bajak. Modernitas menuntut masyarakat untuk serba cepat dan efisien. Hal tersebut juga dialami para petani. Kebutuhan para petani untuk meningkatkan hasil pertanian dengan waktu sependek mungkin menyebabkan para petani beralih menggunakan peralatan modern. bajak, misalnya, mulai ditinggalkan para petani, masyarakat menggunakan peralatan yang lebih modern yaitu traktor. Melihat hal tersebut bukan tidak mungkin suatu ketika bajak akan sama sekali ditinggalkan oleh para petani.

Senin, 02 Januari 2012

CARA MENANAN PADI YANG BENAR


Dalam rangka upaya peningkatan produksi tanaman padi sawah melalui cara dan dikerjakan dengan cara sebaik - baiknya dan agar supaya dapat meningkatkan mutu tanaman padi sawah baik dan memperoleh hasil yang tinggi kita harus memperhatikan hal - hal berikut ini .





A.        MEMILIH BIBIT PADI UNGGUL
Diusahakan kita memilih bibit padi yang bersertifikat atau sudah resmi dari pemerintah dan setelah padi di dapat lebih baik direndam selama satu sampai lima ban air rendaman diganti sati hari sekali.

B.        PERSEMAIAN
Pembuatan persemaian harus di pilih lokasi yang aman dari serangan tikus dan mudah kita control setiap hari . luas persemaian 4% dari luas areal yang akan ditanami . tanaman padi yang akan di buat persemaian kira-kira umur 23 sampai 26 hari dan sudah bisa ditanam dilahan sawah,

C.        PENGOLAHAN TANAH
Pengolahan tanah harus sempurna, sebelum di bajak tirlebih dahulu di genangi air sesudah di genangi air lalu di bajak dengan menggunakan mesin pembajak sawah atau bisa juga dengan kerbau

D.        TANAMAN PADI
Jarak tanaman diatur garis lurus dengan jarak 20 kali 20 . tiap lubang ditanami 2 sampai 3 saja

E.         PEMUPUKAN
di bawah ini Macam - macam pupuk yang digunakan dalam budi daya padi

a)    PUPUK ORGANIK
pupuk ini digunakan untuk memperbaiki fisik kesuburan tanah.
b)   OREA / pupuk N (niteogen)
Pupuk ini berfungsi untuk merangsang pertumbuan tanaman secara keseluruan dan kususnya batang , cabang , dan daun serta membantu menghijaukan daun dengan sempurna dan juga membantu fotosintesis.
c)    PUPUK SP36
Yang berfungsi untuk pertumbuan akar kususnya tanaman muda dan dapat membanta asimilasi dan pernafasan serta mempercepat pembungaan dan memasakan buah
d)   PUPUK ORGANIK CAIR atau POC
Gunanya untuk menambah unsur - unsur mikro dan sesuai dengan tanaman padi
e)   PUPUK KCL atau PUPUK KALIUM
Berfungsi untuk memperkuat tanaman agar daun,bunga,dan buah tidak mudah gugur, juga menjadikan tanaman lebih tahan terhadap kekeringan dan pemasakan buah

F.         PEMBERIAN AIR
Pemberian air tanaman harus umur 0 sampai 10 hari dan minimal padi setinggi 5cm (genangan air), umur 10 sampai 35 hari setinggi 10cm ,umur 40 sampai 100 hari setinggi 10cm . tanaman padi pada umur 110 hari air dibuang atau di keringkan

G.       PENGENDALIAN HAMA dan PENYAKIT
Hama yang perlu di waspadai adalah
tikus,wereng,sundep,dan harus di adakan pengendalian atau pemberantasan dan apa bila ada serangan sebaiknya di semprot dengan insektisida dan kalau tidak ada tidak perlu

H.       PANEN
Panen di lakukan pada saat tanaman padi sudah umur 130 hari atau sudah 90% menguning,
cara memanen dengan alat sabit kemudian alas untuk memotong batang padi dan kemudian di tumpuk setelah di tumpuk padi di rontokan dengan alat perontok yang namanya doser alau sudah di rontokan di bawapulang dan di jemur di bawah terik matahari .

I.          PENUTUP
Dengan teknologi seperti terturai diatas produktivitas usaha tani padi pastikan berhasil dengan baik dan sukses dalam rangka peningkatan produk padi indonesia dan pemerintah tidak lagi eksport beras dari negara tetanga

Gotong Royong di Desa


Saya sangat bersyukur dilahirkan di sebuah desa 5 km sebelah utara sungai brantas, yang lebih penting dari itu adalah prinsip hidup gotong royong sangat dijunjung tinggi dalam setiap bidang kehidupan. Semua urusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak selalu dikerjakan secara bersama-sama dan tanpa ada hitung-hitungan bayaran.
Urusan lain seperti menanam tembakau, membangun gedung sekolah, tempat ibadah, hajatan pernikahan atau sunatan dan kematian juga dikerjakan dengan cara seperti itu.
Waktu terus berjalan dan jaman telah berubah, banyak perubahan terjadi desa saya. Semangat gotong royong yang dulu sangat dijunjung tinggi dari waktu ke waktu terus memudar. Titik awalnya dimulai dari sektor pertanian.
Pekerjaan mencangkul, membajak sawah, menanam dan menyiangi tanaman padi pada saat itu biasanya dikerjakan oleh buruh warga desa saya, mereka dibayar secara harian. Sementara untuk pekerjaan memanen padi, pemilik sawah akan memberikan bagian bawon berupa sepersepuluh hasil petikan padi kepada masing-masing pemetik. Hasil bawon satu sama lain biasanya hampir sama karena cara dan alat yang dipakai semua juga sama.
Sabit sebenarnya alat yang tidak begitu familier di desa saya, alat potong ini biasanya dipakai para lelaki untuk mencari rumput untuk hewan ternak mereka. Sejak saat itu mereka mulai mengajak suami dan anak laki-laki mereka untuk membantu bahkan menggantikan pekerjaan memetik padi. Memanen padi yang dulu menjadi domain perempuan, kini beralih menjadi domain lelaki.
Dampak sosial dari perubahan ini adalah hilangnya keguyuban dan kehangatan saat memanen padi. Tidak ada lagi senda gurau para perempuan pemetik padi, juga tidak ada lagi acara makan-makan bersama. Pemandangan indah yang dulu biasa terlihat, kini berganti dengan persaingan antar para lelaki pemetik padi. Yang ada dalam pikiran setiap pemetik sekarang adalah bagaimana bisa menghasilkan padi sebanyak-banyaknya.
Suasana yang tidak sehat dan semakin sempitnya lahan sawah di desa, membuat warga desa saya menarik diri dari dunia pertanian. Mereka kemudian beralih profesi menjadi sopir, penjual bakso, pedagang di pasar, peternak bebek atau buruh di pabrik tahu. Kini, hampir tidak ada lagi warga desa saya yang mau terjun di sektor pertanian.
Karena sulit mencari buruh tani dari warga setempat, para pemilik sawah kemudian mencari tenaga kerja dari desa lain. Mereka biasanya datang dari satu desa yang cukup jauh dari desa saya dalam jumlah sampai puluhan orang. Hitungan upahnya biasa dilakukan secara borongan.
Kini, satu-satunya pekerjaan yang semangat gotong royongnya masih tinggi mungkin tinggal pekerjaan yang berkaitan dengan soal kematian. Untuk urusan yang satu ini hampir semuanya masih gratis, mulai dari pembuatan makam, pengurusan jenazah, pembacaan tahlil dan lain-lainnya.